Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/fmufeb/public_html/templates/ot_spasalon/lib/layout/tpl.function.php on line 56

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/fmufeb/public_html/templates/ot_spasalon/lib/layout/tpl.function.php on line 166
Pertumbuhan Ekonomi 2013 Berkisar 6-6,5 Persen

Pertumbuhan Ekonomi 2013 Berkisar 6-6,5 Persen

 

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2013 diproyeksikan kurang lebih masih akan tetap sama dengan tahun 2012, dengan kisaran angka pertumbuhan ekonomi antara 6% sampai 6,5%. Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi dan sektor keuangan diharapkan melibatkan kelompok menengah-bawah serta proteksi kelompok masyarakat kurang mampu. Demikian yang mengemuka dalam seminar ‘Indonesia Economic Outlook dan Financial Market Outlook’ di Hotel Millenium, Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (18/12).

 

Pengamat Ekonomi UGM, Prof. Dr. Sri Adiningsih, mengatakan perekonomian Indonesia ke depan tampak semakin prospektif dan optimistik. Kendati demikian, investasi yang tumbuh tinggi diperkirakan melemah mengikuti kondisi perdagangan internasional. “Dampak ketidakpastian ekonomi Eropa masih berlanjut,” kata Sri Adiningsih.

 

Dia menambahkan, dinamika perekonomian domestik yang dipengaruhi oleh volatilitas kondisi perekonomian eksternal di amerika serikat dan Eropa masih terus berlangsung dengan keterkaitan yang makin melemah. Sementara Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Prof. Samsubar Saleh mengatakan tekanan internal dan eskternal masih terus berlanjut, inflasi diperkirakan masih tinggi. Sehingga ia pesimistis dengan target pertumbuhan ekonomi 6,8 Persen yang ingin dicapai pemerintah.

 

Di pasar modal, pada 2013,pengamat pasar modal Dr. I Wayan Nuka Lantara memperkirakan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) akan menembus level 5000, dengan dorongan utama dari sektor perbankan, properti dan telekomunikasi. Di samping itu, pada fixed income market diproyeksikan bahwa yield obligasi pemerintah akan semakin grafik mendatar, yang artinya, harga obligasi yang semakin tinggi yang menunjukkan trading yang semakin meningkat. Dan short-term money market di sektor perbankan telah menunjukkan trend suku bunga kredit yang semakin menurun, kurs yang stabil, dan melemahnya sektor pertanian dan pertambangan.

 

Seminar yang diselenggarakan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Prof. Dr. Wihana Kirana Jaya. Seminar dibagi dua sesi. Sesi pertama, review perekonomian 2012 dan outlook ekonomi makro Indonesia 2013 yang berisi 3 topik, analisis makroekonomi, analisis sektor publik dan analisis perekonomian internasional. Sesi kedua, membahas review pasar finansial 2012 dan outlook 2013 dengan topik, analisis pasar uang jangka pendek, analisis pasar obligasi, dan analisis pasar modal.

Sumber: gusti/ugm